Lompat ke konten utama

Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Festival Gaya Hidup Sehat 2026 Dorong 346 Guru PJOK Bangun Budaya Sehat di Sekolah


					Festival Gaya Hidup Sehat 2026 Perbesar

Festival Gaya Hidup Sehat 2026

DENPASAR — Sebanyak 346 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lulus program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Puncak rangkaian program NPET 2026 ditandai dengan Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 yang digelar pada Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung semangat “Merayakan Perubahan, Menginspirasi Hidup Sehat di Sekolah.”

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation. Di Bali, salah satu rangkaian perayaan berlangsung di NutriHub Bali, Denpasar, pada 8 Agustus 2026.

346 Guru PJOK Lulus Program NPET 2026

Program NPET 2026 dirancang sebagai program pengembangan kapasitas bagi guru PJOK dari berbagai wilayah di Indonesia. Selama kurang lebih lima bulan, para peserta mengikuti sejumlah tahapan pembelajaran.

Rangkaian tersebut meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan bersama narasumber, pendampingan implementasi, hingga penerapan pembelajaran secara langsung di sekolah masing-masing.

Para guru kemudian mendokumentasikan proses tersebut melalui Cerita Perubahan. Dokumentasi ini menjadi ruang bagi peserta untuk merefleksikan praktik pembelajaran sekaligus membagikan pengalaman kepada guru lainnya.

Dari rangkaian program tersebut, sebanyak 346 guru PJOK dari berbagai jenjang dinyatakan lulus NPET 2026.

Cerita perubahan yang terkumpul menunjukkan adanya upaya guru mengintegrasikan literasi fisik, literasi nutrisi, serta pentingnya istirahat berkualitas ke dalam pembelajaran PJOK. Para guru juga membangun kolaborasi dengan warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat.

Festival Digelar di 18 NutriHub

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 dilaksanakan secara luring di 18 NutriHub yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk menjangkau guru dari wilayah yang belum terakomodasi melalui lokasi luring, penyelenggara juga menggelar satu sesi perayaan secara daring pada 5 Agustus 2026.

Format tersebut memungkinkan para guru merayakan capaian pembelajaran di wilayah masing-masing sekaligus menjaga agar program tetap dapat diikuti secara lebih inklusif oleh peserta NPET 2026.

Di Bali, rangkaian kegiatan berlangsung dengan sejumlah agenda, mulai dari refleksi perjalanan belajar, berbagi praktik baik, hingga penyampaian cerita perubahan oleh guru-guru terpilih.

Beberapa guru yang menjadi pembicara dalam Festival Gaya Hidup Sehat antara lain Luh Gede Yogi Astrini, S.Pd dari SD Negeri 4 Tonja, Ni Made Dwi Widhi Lestari, S.Pd dari SD N 20 Dangin Puri, serta Basyar, S.Pd dari MI Al-Muhajirin Denpasar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi kelulusan melalui penyematan pin yang diberikan oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, Ni Made Sumartini, S.T.

Rangkaian acara ditutup melalui Commitment Wall. Dalam sesi tersebut, para peserta menuliskan satu aksi nyata yang akan mereka lakukan setelah menyelesaikan program.

Guru PJOK Dinilai Punya Peran Strategis

Perhatian terhadap gaya hidup anak dan remaja menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan peran sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat.

Dalam materi siaran pers, sejumlah tantangan yang masih dihadapi antara lain pola makan yang belum seimbang, rendahnya aktivitas fisik, meningkatnya penggunaan gawai, serta kurangnya kualitas istirahat. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.

Sekolah dipandang memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari keseharian anak. Dalam konteks tersebut, guru PJOK tidak hanya berperan dalam mengajarkan aktivitas olahraga, tetapi juga dapat membantu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat.

CEO Nutrifood Mardi Wu mengatakan tantangan kesehatan anak saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyakit, tetapi juga perubahan gaya hidup yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan proses belajar.

Menurutnya, membangun generasi yang sehat membutuhkan perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

“Guru PJOK tidak hanya mengajarkan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran, kebiasaan, dan karakter hidup sehat,” ujar Mardi Wu.

Ia menambahkan, NPET merupakan bagian dari komitmen Nutrifood untuk memperkuat kapasitas guru sebagai pemimpin perubahan. Menurutnya, Perayaan Belajar bukan merupakan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari gerakan yang lebih luas.

Perubahan Dimulai dari Guru

Head of Operation Guru Belajar Foundation Maman Basyaiban mengatakan perubahan dalam pendidikan dapat dimulai dari guru yang terus belajar, melakukan refleksi, dan berani mencoba pendekatan baru.

Selama program berlangsung, guru peserta NPET melalui proses pembelajaran, implementasi di sekolah, pendampingan, refleksi, hingga dokumentasi cerita perubahan.

Menurut Maman, proses tersebut menunjukkan bahwa perubahan dapat lahir dari konsistensi dan kolaborasi.

“Tercatat sebanyak 346 guru PJOK telah menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan rangkaian aktivitas pelatihan hingga melakukan implementasi pembelajaran,” kata Maman.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama program tidak berhenti setelah NPET 2026 selesai. Para guru diharapkan terus membangun komunitas pembelajaran dan saling menginspirasi untuk memperluas dampak positif di sekolah masing-masing.

Dari Sekolah untuk Ekosistem yang Lebih Luas

Perayaan Belajar & Festival Gaya Hidup Sehat 2026 menempatkan guru sebagai salah satu penggerak perubahan kebiasaan hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Dari 18 lokasi NutriHub dan satu ruang perayaan daring, semangat yang dibangun diharapkan dapat diteruskan dari guru kepada murid, kemudian dari murid kepada keluarga, hingga menjangkau lingkungan pendidikan dan masyarakat yang lebih luas.

Dengan demikian, Festival Gaya Hidup Sehat 2026 tidak hanya menjadi seremoni penutupan program NPET. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan tangguh.

Bagi sekolah, penguatan budaya hidup sehat pada akhirnya tidak hanya bergantung pada pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi juga pada bagaimana kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peran guru PJOK dan kolaborasi berbagai pihak di lingkungan sekolah, praktik-praktik sederhana seperti aktivitas fisik, pemahaman nutrisi, serta perhatian terhadap kualitas istirahat diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian peserta didik.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Bagaimana reaksimu?

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

Telan Dana Miliaran! SMAN 3 Jonggol Resmi Beroperasi, KDM Janjikan Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah

16 April 2026 - 13:46

Hipermnesia: Anugerah atau Kutukan?

21 October 2025 - 13:32

WA Anda Mungkin Sudah Disadap! Ini 6 Tanda Bahayanya yang Sering Diabaikan

6 October 2025 - 01:11

Tanda WhatsApp disadap dan cara melindungi akun dari peretas

Wi-Fi 7 Pertama di Indonesia Resmi Meluncur di Bali, Internet Sekencang Roket!

6 October 2025 - 00:51

Peluncuran Wi-Fi 7 Pertama di Indonesia

Oknum Guru Amuntai Diduga Aniaya Siswa Berkebutuhan Khusus, DPRD Desak Sanksi Tegas

23 September 2025 - 16:59

Oknum guru Amuntai aniaya siswa berkebutuhan khusus

Ceria dan Edukatif, Sat Lantas Polres Badung Kunjungi SDN 1 Buduk dalam Program Goes to School

4 September 2025 - 03:12

Trending di Keamanan & Lalu Lintas
Home
Hot News
Trending
Instagram