JAKARTA, SWAPNEWS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah mengalami tekanan selama dua hari perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks membawa IHSG kembali ke atas level 5.000, di tengah pemulihan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
IHSG Menguat 3,93%, Saham Bank BUMN dan Semen Indonesia Melonjak
JAKARTA, SWAPNEWS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah mengalami tekanan selama dua hari…

Yang perlu Anda ketahui
JAKARTA, SWAPNEWS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah mengalami tekanan selama dua hari…
Mengutip data RTI Business yang dilaporkan detikFinance, IHSG naik 196,42 poin atau 3,93% ke level 5.193,03 pada perdagangan menjelang siang. Sebanyak 624 saham tercatat menguat dalam perdagangan tersebut.
Penguatan indeks turut diikuti sejumlah saham badan usaha milik negara (BUMN), terutama dari sektor perbankan dan konstruksi. Meski demikian, tidak seluruh saham BUMN bergerak naik.
Saham Bank BUMN Menguat
Sejumlah saham perbankan milik negara mencatat kenaikan pada perdagangan tersebut.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 8,33% ke level Rp3.640 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 6,82% ke Rp2.730 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), yang naik 6,42% ke level Rp3.150 per saham.
Kenaikan ketiga saham perbankan tersebut terjadi di tengah upaya pemulihan pasar setelah IHSG mengalami tekanan akibat sentimen negatif terkait evaluasi klasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.
Saham Semen Indonesia dan Jasa Marga Ikut Naik
Penguatan tidak hanya terjadi pada sektor perbankan. Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga mencatat kenaikan sebesar 95 poin atau 7,39% ke level Rp1.380 per saham.
Sementara itu, saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menguat 5,83% ke level Rp2.180 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham perusahaan konstruksi BUMN belum menunjukkan pergerakan berarti. Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dilaporkan bergerak stagnan pada saat data tersebut dicatat.
Perbedaan pergerakan antarsaham menunjukkan bahwa pemulihan pasar tidak berlangsung merata di seluruh emiten BUMN.
Pasar Berusaha Pulih Setelah Tekanan MSCI
Penguatan IHSG berlangsung setelah indeks mengalami penurunan tajam dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Salah satu sentimen yang membayangi pasar adalah pengumuman MSCI mengenai konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Ketidakpastian tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran investor mengenai dampaknya terhadap investasi berbasis indeks dan potensi arus modal asing.
Pada saat yang sama, otoritas pasar modal Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons persoalan yang menjadi perhatian MSCI, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham dan perubahan kebijakan terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Kenaikan IHSG pada perdagangan Selasa menjadi indikasi pemulihan intraday setelah tekanan sebelumnya. Namun, pergerakan positif dalam satu sesi belum cukup untuk memastikan bahwa volatilitas pasar telah berakhir.
Investor masih perlu mencermati perkembangan kebijakan pasar modal, respons investor asing, serta pergerakan saham berkapitalisasi besar yang berpengaruh terhadap indeks.
Sumber: Diolah dari laporan detikFinance berdasarkan data RTI Business, Selasa (20/10/2026).

Memuat komentar...