Badung, 24/07/2025 | swapnews.co.id – Ajang bergengsi Airsoft Brotherhood Unity (ABU) Indonesia 2025 telah resmi berakhir, dan kontingen Bali sukses mencetak sejarah dengan meraih dua medali emas di kategori perorangan putra. Kemenangan ini menjadi kejutan besar, mengingat Bali sebelumnya dianggap sebagai kontingen underdog.
Dianggap Underdog, ABU Bali Bikin Kejutan! Sabet 2 Emas di Kejuaraan Nasional Airsoft
Badung, 24/07/2025 | swapnews.co.id – Ajang bergengsi Airsoft Brotherhood Unity (ABU) Indonesia 2025 telah resmi berakhir, dan kontingen Bali sukses mencetak sejarah d...

Yang perlu Anda ketahui
Badung, 24/07/2025 | swapnews.co.id – Ajang bergengsi Airsoft Brotherhood Unity (ABU) Indonesia 2025 telah resmi berakhir, dan kontingen Bali sukses mencetak sejarah d...

Ketua ABU RR Bali, Wahyu Akrama Putra, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari disiplin dan semangat juang yang luar biasa dari para atlet. “Bukan usaha yang sia-sia, ini hasil dari latihan dengan disiplin tinggi. Meski awalnya dianggap underdog, tapi Bali berhasil membuktikan bahwa kita patut diperhitungkan,” tegasnya.
Prestasi membanggakan ini ditorehkan oleh Yohanes Sulimin, atlet yang berhasil menyabet dua emas dari dua cabang bergengsi:
- rn
- rn
TDWCOM (Tactical Double Weapon Competition) melawan 106 peserta
rn rn - rn
TSOC (Tactical Shoot Of Competition) melawan 94 peserta
rn rn
Pertandingan berlangsung sangat sengit, dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Namun, semangat yang diusung Bali dalam slogan "Majeng, Nenten Ragu, Ngidangang Nadiang" (Bali Maju, Tidak Ragu, Penuh Semangat) menjadi bahan bakar utama kemenangan ini.
"Kita mempunyai semangat yang tinggi untuk menang, dan itu kita buktikan dengan membawa 2 emas untuk Bali," tambah Wahyu.

Lebih dari sekadar kemenangan, ABU Bali berharap pencapaian ini dapat menjadi momentum untuk membina generasi baru dalam dunia airsoft dan menyebarkan nilai-nilai positif dari hobi ini ke masyarakat umum, sekolah, dan instansi terkait.
“Kami ingin airsoft dikenal bukan sebagai hobi berisiko, tapi sebagai olahraga disiplin, strategis, dan edukatif. Semoga semangat kebaikan ini membawa hal-hal positif bagi masyarakat,” tutup Wahyu.(F/S)

Memuat komentar...