Lombok, Swapnews.co.id — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini menghadirkan kejutan tak terduga dari Pulau Dewata. Tim Airsoftgun Bali yang tergabung dalam Airsoft Brotherhood Unity Regional Representative (ABU RR) Bali siap bertarung dengan semangat luar biasa, meskipun dikenal sebagai tim termuda di ajang tersebut.
Dipimpin oleh Wahyu Akrama Putra, ABU RR Bali memberangkatkan 11 orang pegiat terbaik hasil seleksi internal dari berbagai komunitas airsoft di Bali. Mereka akan mengikuti 4 dari 7 divisi lomba yang dipertandingkan di bawah Inorga (Induk Organisasi) resmi yang bernaung di bawah KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia).
“Kami tidak gentar meskipun tim kami tergolong sangat muda. Justru ini menjadi kekuatan dan semangat kami membawa nama Bali di pentas nasional,” ujar Wahyu dengan tegas. Mereka mengusung slogan berbahasa Bali yang menggugah: “Bali Majeng, Nenten Ragu, Ngidangang Nadiang!” yang berarti “Bali Maju, Tidak Ragu, dan Penuh Semangat!”
Persiapan tim Bali terbilang cepat namun padat. Hanya dalam waktu sebulan sejak penetapan peserta, tim ini langsung digembleng dalam latihan teknik menembak taktis serta pelatihan keselamatan dengan standar nasional. Pelatih utama Yohanes Sulimin, dibantu oleh Nohan Doyobi dan Agustinus Kenny Adiba, memastikan setiap pegiat tidak hanya kuat dalam teknik tetapi juga disiplin dalam keselamatan.
ABU RR Bali mengaku sangat terbantu dengan dukungan dari KORMI Provinsi Bali, termasuk dalam hal pendanaan dan fasilitasi perjalanan ke NTB. Ini menunjukkan sinergi nyata antara komunitas dan pemerintah daerah yang patut dicontoh.
Namun yang membuat tim ini menarik bukan hanya ambisi prestasinya. Mereka membawa misi sosial yang kuat: mengarahkan generasi muda Bali ke kegiatan positif yang mendidik, membanggakan, dan menjauhkan dari jerat negatif seperti narkoba, judi online, hingga kriminalitas remaja.
“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga airsoft bukan hanya permainan, tapi sarana pendidikan karakter dan kedisiplinan,” tegas Wahyu.
Komunitas ABU RR Bali sendiri baru terbentuk pada Juni 2023, namun telah memiliki struktur kepengurusan lengkap, program latihan reguler dua kali seminggu, hingga divisi khusus untuk skirmish dan kegiatan lintas komunitas. Visi besarnya adalah menjadikan airsoft sebagai olahraga edukatif dan aman, sekaligus menghapus stigma negatif yang melekat di masyarakat.
Setelah FORNAS VIII, ABU RR Bali juga bersiap menghadapi FORDA (Festival Olahraga Daerah) tahun depan sebagai ajang pembinaan lanjutan.
FORNAS VIII bukan hanya soal medali bagi mereka, tapi tentang membawa semangat perubahan bagi generasi muda Bali. Dan seperti yang disampaikan Wahyu di akhir wawancara, “Kami tidak mencari siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling siap membangun masa depan lebih baik.”(F/S)









Apa Komentar kamu swaps ?