JAKARTA. swapnews.co.id – Yak Tibet atau Bos grunniens adalah hewan ikonik langka yang berasal dari Tibet dan Pegunungan Himalaya suhu ekstrem. Mereka masih satu keluarga dengan sapi. Biasanya, yang jantan disebut yak, sedangkan betinanya disebut nak. Kebanyakan yak berwarna gelap, tetapi ada pula yang langka berwarna putih, seperti terlihat pada foto ini.
Tubuh yak ditutupi bulu panjang dan tebal, perlindungan alami dari suhu ekstrem yang bisa mencapai -40°C. Mereka hidup di dataran tinggi, merumput di padang pegunungan, dan terkenal tangguh, mampu menyeberangi sungai deras, menapaki bebatuan curam, bahkan melintasi jalur es tanpa kesulitan.
Bagi masyarakat Tibet, yak sangat berperan penting dan menjadi simbol keteguhan. Yak jinak sering digunakan untuk mengangkut barang atau wisatawan di pegunungan. Dagingnya menjadi sumber protein utama, susu nak diolah menjadi mentega dan keju khas Tibet, sedangkan bulunya dimanfaatkan menjadi kain, tali, dan berbagai peralatan sehari-hari. Hampir seluruh bagian tubuhnya bermanfaat bagi manusia.
Sayangnya, populasi yak liar terus menurun akibat perburuan dan perubahan lingkungan. Yak, terutama yang berwarna putih, kini dianggap langka, sangat berharga dan penting untuk dilestarikan.
📚Sumber: Wikipedia









Apa Komentar kamu swaps ?