KLUNGKUNG — Sebuah video yang diduga menampilkan tindakan asusila oleh warga negara asing (WNA) di kawasan Pantai Kelingking, Nusa Penida, viral dan memicu perhatian publik. Video tersebut diketahui telah diunggah sekitar satu bulan lalu melalui kanal HelloElly di salah satu situs dewasa internasional.
Video berdurasi 8 menit 22 detik itu menampilkan seorang perempuan berambut pirang dan seorang pria bertato dengan tulisan “go to risk” yang diduga melakukan adegan intim di area semak-semak. Latar belakang video memperlihatkan tebing berbentuk T-Rex yang menjadi ikon destinasi wisata Pantai Kelingking.
Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton lebih dari 77 ribu kali, dan menuai beragam reaksi dari warganet, khususnya terkait etika wisata dan penghormatan terhadap ruang publik di Bali.
Aparat Kepolisian Turun Tangan
Menanggapi beredarnya video tersebut, pihak kepolisian memastikan telah melakukan langkah awal penyelidikan. Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, menyatakan bahwa aparat telah menurunkan tim untuk menelusuri kebenaran isi video tersebut.
“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi dan penyelidikan guna memastikan lokasi kejadian, waktu, serta pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut,” ujar AKP I Ketut Kesuma Jaya.
Ia menegaskan, proses pendalaman masih berlangsung dan kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah peristiwa tersebut benar terjadi di kawasan Pantai Kelingking.
Pemerintah Kecamatan Belum Berikan Pernyataan
Sementara itu, pihak kecamatan setempat belum memberikan keterangan resmi. Hingga berita ini diturunkan, Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma, belum merespons permintaan konfirmasi terkait dugaan kejadian tersebut.
Sorotan terhadap Etika Wisata dan Pengawasan
Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap perilaku sebagian wisatawan asing di kawasan destinasi populer Bali. Pantai Kelingking dikenal sebagai kawasan terbuka dan ikonik, yang tidak hanya bernilai wisata tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya bagi masyarakat setempat.
Pengamat pariwisata menilai, kasus serupa menjadi pengingat pentingnya edukasi etika wisata serta pengawasan yang lebih ketat di lokasi-lokasi strategis, tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung secara umum.
Menunggu Hasil Penyelidikan
Hingga kini, belum ada kepastian terkait identitas pelaku, status kewarganegaraan, maupun kemungkinan pelanggaran hukum yang terjadi. Aparat menegaskan akan menyampaikan perkembangan secara terbuka setelah proses penyelidikan mencapai tahap yang lebih jelas.
Catatan Redaksi
Swapnews.co.id menekankan asas praduga tak bersalah dalam pemberitaan ini. Seluruh pihak yang disebut masih dalam tahap klarifikasi oleh aparat berwenang.









Apa Komentar kamu swaps ?