
Sosial & Masyarakat3 MENIT · SELESAI ± 07.10
Jebakan Kebaikan: Mengapa "Sorry Syndrome" Menjadi Perilaku Maladaptif ?
JAKARTA. Swapnews.co.id - Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kamu berada di situasi yang mengharuskan kamu untuk meminta maaf kepada orang lain. Melakukan kesalah...

Aa
Yang perlu Anda ketahui
JAKARTA. Swapnews.co.id - Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kamu berada di situasi yang mengharuskan kamu untuk meminta maaf kepada orang lain. Melakukan kesalah...
3 menit baca 182 pembacaSosial & Masyarakat

- n
- Meminta maaf untuk hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. n
- Meminta maaf atas tindakan orang lain. n
- Meminta maaf saat tidak ada kesalahan yang dilakukan. n
- Terlalu sering meminta maaf dalam interaksi sehari-hari, bahkan saat melewati seseorang. n
- Meminta maaf saat mencoba bersikap tegas n
- Meminta maaf kepada benda mati atau situasi yang tidak bisa dimintai maaf. n
- n
- Rendahnya harga diri dan kepercayaan diri: Seseorang merasa kurang berharga, sehingga meminta maaf secara berlebihan sebagai cara untuk mendapatkan validasi. n
- Trauma masa kecil: Pengalaman masa lalu, seperti pola asuh yang buruk, dapat menyebabkan perasaan bersalah yang mendalam. n
- Menghindari konflik: Takut akan penolakan atau konfrontasi mendorong seseorang untuk selalu minta maaf sebagai cara untuk menjaga keharmonisan. n
- Persepsi diri yang negatif: Memiliki pandangan negatif tentang diri sendiri dan merasa bertanggung jawab atas banyak hal. n
- Pasangan Terlihat Sempurna: Memiliki pasangan yang terlihat sempurna, bisa membuatmu cenderung menyalahkan diri sendiri atas segala permasalahan yang dihadapi. n
- Tidak Ingin Orang Lain Merasa Buruk: Mengungkapkan permintaan maaf untuk membuat orang lain merasa bahagia. n
- Merasa Tidak Nyaman: Perasaan serba sungkan alias tidak nyaman bisa membuatmu merasa perlu untuk selalu minta maaf, padahal tidak salah. n
- Gangguan mental: gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), Depresi, Kecemasan social, Gangguan kecemasan umum, Gangguan dan Gangguan stres pascatrauma (PTSD) bahkan gangguan kepribadian ambang (BPD) bisa memunculkan perasaan bersalah yang mendorong mereka meminta maaf terus menerus. n
- Meminta Maaf Agar Orang Lain Tidak Meninggalkanmu n
- Penyesalan Masa Lalu: seseorang yang memiliki penyesalan terhadap tindakan atau keputusan yang pernah dilakukan di masa lalu mungkin cenderung meminta maaf secara berlebihan sebagai upaya untuk mengatasi perasaan bersalah. n

- n
- Ganti "maaf" dengan "terima kasih": Dalam beberapa situasi, seperti saat terlambat, ganti "maaf" dengan "terima kasih" kepada orang lain, seperti "Terima kasih sudah menunggu," n
- Evaluasi situasi: Sebelum meminta maaf, evaluasi apakah memang ada kesalahan atau anda memang benar-benar bertanggung jawab. n
- Ubah pola pikir negatif: Ganti pikiran negatif dengan pernyataan yang lebih rasional dan realistis tentang diri sendiri. n
- Konsultasi dengan profesional: Jika kondisi ini sudah mengganggu kehidupan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau terapis. (YSM) n
- n
- Sorry Syndrome, Kondisi Saat Seseorang Minta Maaf Terus-Menerus. n
- Illumination/Medium. How to Navigate “I’m Sorry” Syndrome. n
- Inspigo/Medium. Mengenal Sorry Syndrome. n
- OCD and Apologizing. n
- Why You Can’t Stop Apologizing Even When You’re Clearly Not at Fault. . n
- Psychology Today. Sorry, Not Sorry: But We Might Be Apologizing Too Much. n
- Therapy in a Nutshell. So Why Do People Over Apologize. n

Memuat komentar...