Jakarta, 10/08/2025 | swapnews.co.id – Indonesia kembali dikejutkan oleh isu serius kebocoran data pribadi. Kali ini, tudingan diarahkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Jakarta Timur, setelah sebuah video viral dari akun Instagram @realmrbeart mengungkap dugaan penjualan data sensitif ratusan ribu warga di forum gelap internet (dark web).
Skandal Data Pribadi Terbesar? Ratusan Ribu Warga Jakarta Timur Dijual Bebas di Dark Web
Jakarta, 10/08/2025 | swapnews.co.id – Indonesia kembali dikejutkan oleh isu serius kebocoran data pribadi. Kali ini, tudingan diarahkan kepada Dinas Kependudukan dan...

Yang perlu Anda ketahui
Jakarta, 10/08/2025 | swapnews.co.id – Indonesia kembali dikejutkan oleh isu serius kebocoran data pribadi. Kali ini, tudingan diarahkan kepada Dinas Kependudukan dan...
Video berdurasi 2 menit 57 detik tersebut memperlihatkan tangkapan layar sebuah forum peretas di mana pengguna dengan alias "saTaoz" menawarkan database yang berisi informasi pribadi detail warga negara Indonesia.
Data yang dibocorkan meliputi:
- rn
- rn
Nomor Induk Kependudukan (NIK)
rn rn - rn
ID Kartu Keluarga (IDKK)
rn rn - rn
Nama lengkap
rn rn - rn
Jenis kelamin
rn rn - rn
Tempat dan tanggal lahir
rn rn - rn
Pekerjaan dan umur
rn rn - rn
Nomor HP dan alamat email
rn rn - rn
Pendidikan terakhir
rn rn - rn
Nama ayah dan ibu
rn rn - rn
Status keluarga dan agama
rn rn - rn
Golongan darah
rn rn - rn
Status pernikahan
rn rn - rn
Alamat domisili
rn rn - rn
Nomor paspor
rn rn
Kelengkapan data tersebut menimbulkan kekhawatiran besar karena bisa dimanfaatkan untuk penipuan, pencurian identitas, hingga kejahatan keuangan.
Dalam video itu, MrBert menegaskan bahwa data yang ia temukan “terlalu autentik untuk direkayasa” dan menantang publik untuk mengunduhnya melalui tautan yang ia bagikan.
Lebih jauh, ia melayangkan kritik tajam kepada pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Presiden Prabowo Subianto, dan pihak DUKCAPIL, yang selama ini kerap menepis isu kebocoran data sebagai hoaks.
rn“Ini buktinya. Mau seberapa terang benderang lagi? Jangan kau tipu lagi masyarakat itu,” tegasnya.
rn
Unggahan tersebut langsung memicu gelombang komentar warganet yang mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan data pribadi. Hingga berita ini dipublikasikan, tidak ada pernyataan resmi dari DUKCAPIL Jakarta Timur maupun instansi terkait.
Pakar keamanan siber menilai kebocoran ini bukan hanya persoalan privasi, tetapi juga ancaman terhadap keamanan nasional. Data sensitif yang beredar bebas dapat membuka celah bagi aksi spionase, penipuan lintas negara, dan serangan siber yang lebih masif. (F/S)

Memuat komentar...