MEDAN — Sebuah insiden antara pegawai Wiego Swalayan dan seorang pembeli yang hendak membeli sembako untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh menjadi perhatian publik setelah video perdebatan keduanya beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, pegawai terlihat bersikap tidak sopan kepada pembeli. Namun, sejumlah saksi menyebut situasi saat itu sempat tegang karena antrean panjang dan kesalahpahaman terkait prosedur pembelian dalam jumlah besar.
Pihak manajemen Wiego Swalayan kemudian mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa perusahaan tetap menjunjung tinggi pelayanan kepada pelanggan dan langsung mengambil tindakan internal setelah melakukan pemeriksaan.
“Pegawai yang bersangkutan sudah diberhentikan karena dinilai melanggar standar pelayanan perusahaan,” ujar perwakilan manajemen. Mereka juga menekankan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mendengar penjelasan dari semua pihak.
Di sisi lain, pembeli yang terlibat mengapresiasi langkah cepat manajemen namun mengingatkan pentingnya pelatihan pelayanan publik, terutama dalam situasi darurat kemanusiaan.
Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai standar pelayanan swalayan, etika karyawan, serta perlindungan terhadap pekerja agar tidak mengalami tekanan berlebihan saat bekerja di bawah kondisi ramai.
Manajemen Wiego Swalayan menyatakan akan memperbaiki SOP pelayanan dan memberikan pelatihan ulang kepada seluruh karyawan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
(red)









Wkwkwkwk.. biasa ini keknya di Medan..