Menu

Mode Gelap

Olahraga · 6 Oct 2025 WIB

Meysha Cordelia Nugroho Dominasi Student Open GBK Jakarta, Raih 2 Medali Emas dan 2 Medali Perak


					Meysha Cordelia Nugroho, perenang cilik asal Kebumen Perbesar

Meysha Cordelia Nugroho, perenang cilik asal Kebumen

JAKARTA. swapnews.co.id – Perenang muda dari Kebumen, Meysha Cordelia Nugroho (SD Negeri 3 Gombong/LAWET Swimming Club), tampil gemilang di ajang National Student Open yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan pada 3–4 Oktober 2025.

Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 600 pelajar perenang dari seluruh Indonesia itu, Meysha sukses membawa pulang dua medali emas dan dua medali perak.

Empat Medali Sebagai Manifestasi Potensi

Di usianya yang masih belia, Meysha Cordelia Nugroho menunjukkan kedewasaan dan kemampuan atletik yang melampaui rata-rata anak seusianya. Perolehan dua medali emas dan dua medali perak adalah sebuah pernyataan tegas. Ini bukan sekadar kemenangan lokal; ini adalah klaim bahwa peta kekuatan renang nasional mungkin sebentar lagi akan bergeser, mulai dari kolam latihan sederhana di Gombong.

Berikut detail prestasi yang diukir Meysha:

  1. Medali Emas: Gaya Dada 50 m
  2. Medali Emas: Gaya Punggung 100 m
  3. Medali Perak: Gaya Punggung 50 m
  4. Medali Perak: Gaya Dada 100 m

Spesialisasinya di Gaya Dada dan Gaya Punggung menunjukkan atlet yang tidak hanya memiliki kecepatan tunggal, tetapi juga fleksibilitas teknik yang terasah. Keseimbangan antara sprint (50m) dan mid-distance (100m) mengindikasikan bahwa Meysha memiliki fondasi daya tahan dan power yang kuat, sebuah bekal vital untuk jenjang karir yang lebih tinggi.

Sinyal Bahaya bagi Pusat Pembinaan Mayor

Keberhasilan Meysha Cordelia Nugroho dan LAWET Swimming Club memberikan sebuah case study penting: Prestasi gemilang tidak selalu berbanding lurus dengan fasilitas kolam renang termewah. Pembinaan yang fokus, terukur, dan berbasis disiplin di klub daerah terbukti mampu menantang dominasi klub-klub besar dari kota metropolitan yang notabene memiliki akses fasilitas dan exposure yang jauh lebih baik.

Meysha Cordelia Nugroho adalah sinyal bahaya. Ia adalah manifestasi dari potensi tersembunyi di daerah yang jika dipertahankan dan dikembangkan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat, dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), sangat mungkin menjadi wajah baru kebangkitan renang Indonesia di kancah internasional.

Kita semua kini menunggu, apakah prestasi sensasional ini akan membuka mata para stakeholder olahraga untuk memberikan dukungan yang proporsional bagi talenta dari daerah. Karena, jika seorang pelajar SD dari Gombong mampu mengguncang Jakarta, kita berhak berharap lebih banyak lagi.

Keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan teknik dan daya tahan Meysha yang berkembang pesat di bawah pembinaan LAWET Swimming Club.

Pelatih Aan Sapto Hadi mengatakan dengan persaingan ketat dari pelajar-pelajar terbaik nasional, medali yang diraih (dua emas dan dua perak) menunjukkan konsistensi dan kematangan fisik & mental untuk usianya.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian Meysha. Kebumen sesungguhnya menyimpan banyak potensi atlet renang muda, bukan hanya dari segi bakat teknis, tetapi juga etos latihan dan disiplin anak-anaknya. Tugas kami sebagai pelatih adalah merancang pembinaan yang terencana dan berkelanjutan agar potensi itu bisa terangkat ke level nasional bahkan internasional”.

Secara teknis, program kami menitikberatkan pada beberapa hal:

  1. Penguatan teknik dasar berenang (memperbaiki phase per stroke), efisiensi gliding, dan koordinasi pernapasan agar setiap gerakan hemat energi.
  2. Pengembangan kecepatan dan kekuatan melalui set interval anaerobik terukur serta latihan power di dryland (plyometric dan core stability) dua kali seminggu untuk meningkatkan start, kick, dan putaran.
  3. Ketiga, periodisasi latihan yang jelas: kami membagi program dalam makro (6–12 bulan), meso (8–12 minggu), dan mikro siklus (mingguan) sehingga ada keseimbangan antara beban volume, intensitas, dan masa pemulihan.

Selama fase persiapan kompetisi, porsi intensitas diperbesar dengan mengurangi volume total agar Meysha bisa mencapai puncak performa pada saat perlombaan.

  1. Pekerjaan teknis di seluncuran, start, dan turn karena di nomor sprint 50m dan 100m, start dan putaran sering kali menjadi pembeda.
  2. Aspek pemulihan dan nutrisi: pola makan seimbang yang cukup energi dan protein untuk perbaikan otot, hidrasi optimal, dan tidur yang cukup adalah bagian tak terpisahkan dari program.
  3. Pengembangan mental: latihan simulasi lomba, visualisasi, dan pengelolaan kecemasan agar anak siap bersaing tanpa terbebani tekanan.

” Untuk memastikan keberlanjutan, saya mendorong adanya program talent identification di sekolah-sekolah Kebumen, fasilitas latihan yang mendukung, dan sinergi antara klub, sekolah, dan dinas olahraga daerah. Investasi pada pelatih bersertifikat dan fasilitas akan mempercepat perkembangan atlet-atlet muda. Dengan program latihan yang terencana dan dukungan yang memadai, saya yakin lebih banyak talenta dari Kebumen bisa muncul di kancah nasional.” Ungkap Aan Sapto Hadi Pelatih LAWET Swimming Club Lisensi A NasionalASCA Gold Shield Level 5 – Internasional

Dengan torehan di GBK, Aan Sapto Hadi mengatakan bahwa pembinaan renang usia dini di daerah seperti Kebumen mulai menunjukkan hasil.

LAWET Swimming Club menyatakan akan terus mematangkan program latihan untuk persiapan kejuaraan-kejuaraan berikutnya dan mengupayakan pengalaman kompetisi yang lebih luas bagi para atlet mudanya! (YSM)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

Laga Hidup-Mati! Indonesia U-22 Wajib Menang 3 Gol atas Myanmar demi Selamatkan Muka Merah di SEA Games 2025!

12 December 2025 - 19:29 WIB

Indonesia vs Myanmar U-22 SEA Games 2025

SATYA WACANA Tactical Shooting 2025: Airsoft Bali Tantang Janji, Bongkar Ambisi Menuju FORNAS 2027!

12 December 2025 - 19:07 WIB

Event Satya Wacana Tactical Shooting 2025 di Bali menjadi simbol konsistensi Airsoft Brotherhood Unity menuju FORDA 2026 dan FORNAS 2027

Simon Petrus Dari Namibia Penemu Ponsel Tanpa Kartu SIM Dan Koneksi Internet

21 November 2025 - 15:44 WIB

Simon Petrus dari Namibia penemu ponsel tanpa kartu SIM dan koneksi internet

Serda Kadek Budiasta, Prajurit Kodam IX/Udayana Persembahkan Emas untuk Bali di PON Beladiri 2025

21 October 2025 - 14:45 WIB

“Pengkhianat” Jepang Asal Korea yang Mati Demi Kemerdekaan Indonesia: Kisah Yang Chil Seong dan Teriakan “Merdeka!” di Tiang Eksekusi

18 October 2025 - 05:56 WIB

Yang Chil Seong, pejuang Kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Korea

Kisah Erix Soekamti: Ubah Kebencian Jadi Kampus Unik, Melahirkan Animator Film ‘Jumbo’

30 September 2025 - 05:57 WIB

Balas Dendam Indah Erix Soekamti: Dari Drop Out Jadi Pendiri DOES University
Trending di INOVASI
Home
Hot News
Trending
Instagram