Menu

Mode Gelap

Health · 19 Oct 2025 WIB

Bukan Cuma ‘Laki-Laki Banget’: Mengapa Pria Pilih Bunuh Diri daripada Bicara? Skandal Kesehatan Mental Pria yang Terabaikan


					Bukan Cuma ‘Laki-Laki Banget’: Mengapa Pria Pilih Bunuh Diri daripada Bicara? Skandal Kesehatan Mental Pria yang Terabaikan Perbesar

JAKARTA. swapnews.co.id – Masalah Kesehatan mental laki-laki memang sering diabaikan. Di masyarakat berkembang steriotipe “toxic masculinity” yang berarti laki-laki tidak boleh cengeng, harus kuat dan tidak boleh terlihat lemah. Hal ini membuat pria takut dinilai ‘cengeng’ jika berbicara tentang masalah mental.

Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022 menyebutkan bahwa 1,44 juta laki-laki di Indonesia mengaku mengalami gangguan kesehatan mental. Dari jumlah itu, 26 persennya adalah laki-laki pekerja yang merasakan depresi, tidak berguna, burnout, bahkan krisis makna hidup.

Menurut WHO (2021), keinginan laki-laki yang mengalami depresi untuk mencari bantuan hanya sebesar 30–40%. Hampir 75% dari total kasus bunuh diri di dunia adalah laki-laki.

Tingginya masalah kesehatan mental juga terlihat dari risiko bunuh diri. Percobaan atau aksi bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh laki-laki. Data Global Burden of Disease 2021 menunjukkan, dari 6.544 kasus bunuh diri di Indonesia, sebanyak 5.095 kasus terjadi pada laki-laki.

Budaya maskulinitas sering menuntut laki-laki untuk selalu terlihat tangguh, tidak boleh menangis, tidak boleh rapuh, emosi diabaikan, luka batin disembunyikan dan akhirnya, banyak pria menderita dalam diam.

Emosi yang terus dipendam rentan untuk berkembang menjadi kecemasan dan depresi. Pada kasus yang ekstrem, emosi tersebut bisa memicu pikiran untuk mengakhiri hidup. Jika hal ini berlangsung lama, dapat mengganggu fungsi organ vital dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tekanan yang terus-menerus dapat memicu penyakit kronis, seperti hipertensi, gangguan jantung, serta masalah pencernaan

Dari sejumlah kasus ditemukan bahwa ketika laki-laki yang tidak memiliki ruang aman untuk mengungkapkan kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan bisa meluapkan secara impulsif. Tindakan kriminal yang dilakukan laki-laki dapat berkembang dari tekanan emosional yang tidak terkelola dengan baik.

Anda harus berani meminta bantuan karena kesehatan mental sangat penting serta memengaruhi seluruh aspek kehidupan, seperti kemampuan berpikir, merasakan, dan berperilaku, serta menentukan kualitas hubungan sosial, kinerja akademik, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan hidup. Menjaga kesehatan mental yang baik juga mendukung kesehatan fisik, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu individu mengeluarkan potensi diri secara penuh untuk hidup yang lebih sehat, produktif, dan bahagia.

Kamu tidak sendirian dan kamu tidak harus bertarung sendiri.

“Your mental health is a priority. Your happiness is an essential. Your self-care is a necessity.” (YSM)

Artikel ini telah dibaca 95 kali

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

11.11 ‘Perlawanan’ Kaum Jomblo pada Stigma Wajib Punya Pasangan!

10 November 2025 - 08:05 WIB

11 November, SINGLES DAY

Buffalo Mindset: Ketika Hidup Mengajarkan Kita Untuk Tidak Lari Dari Badai

4 November 2025 - 10:45 WIB

BERHENTI BERUSAHA SEMBUH! Kenapa Luka Batin Cukup DIPAHAMI, Bukan Dihapus Total.

3 November 2025 - 07:44 WIB

luka batin cukup dipahami

Mouth Taping, Fakta Atau Risiko Fatal?

31 October 2025 - 07:48 WIB

MOUTH TAPING, FAKTA ATAU RISIKO FATAL?

Apakah Bipolar Disorder itu ?

30 October 2025 - 01:22 WIB

Bipolar Disorder

Jill Price dan Sindrom Hipertimesia

29 October 2025 - 19:34 WIB

Trending di Health
Home
Hot News
Trending
Instagram