Bandung, 14/09/25 | swapnews.co.id – Bandung memang kota yang selalu dikenal menjadi penghasil musisi – musisi unik , khususnya kini ada sebuah band unik mengusung genre orkes berbahasa sunda dengan sentuhan distorsi rock dari Bandung Timur bernama Pascodex
Dikutip dari sebuah video yang menceritakan perjalanan Pascodex di channel official mereka (Pascodex Official) bertajuk “The Journey of Pascodex” , berawal dari tahun 2008 dengan formasi Aap , Deris , Ahmad Bf , Ayat , Rosidin , Abas , Eii dan Kinoy , Pascodex terbentuk dari sebuah keisengan. Bahkan nama Pascodex pun diambil dari sebuah inspirasi kala ketika sang vokalis Kinoy sedang dalam masa kelam bersama personil lain menuju ke apotek untuk membeli sebuah obat dan apotek tersebut sedang tutup. Nama Pascodex sendiri memiliki unsur kepanjangan dari sebuah obat – obatan yang artinya Pasukan Cowboy Dextro
Hingga tak lama sempat vacuum karena beberapa personil memutuskan untuk hijrah
Pascodex memiliki genre cukup unik di awal mereka terbentuk menjadi sebuah band , yakni Punk-Rock , Rap , Electune , Dj yang di tuangkan dalam lagu bertajuk T.K.T.O , Tukang Beling GBLG
Sempat bubar karena tidak ramai , Pascodex kembali berkarya lewat pemanggilan Eii dan (alm) Dimas untuk pengusungan genre baru. Juga dimulai nya perjalanan Pascodex kembali di tahun 2013 dengan genre orkes sunda rock.
“Bahkan dana pembuatan album pertama kami , Boga Lakon di 2013 berasal dari pinjam uang ke teman , dan motor saya ikut terjual untuk proses pembuatan album tersebut” ucap Eii dalam sebuah video bertajuk The Journey of Pascodex di laman resmi YouTube Pascodex Official.

(Eii dalam cuplikan video The Journey of Pascodex , YouTube.)
Juga dengan andil beberapa musisi ternama di Bandung dalam penggarapan album tersebut.
“Bahkan kami pernah hanya dibayar oleh sebuah nasi kotak , uang 25 ribu di awal perform kami” ucap Kinoy.
Uniknya lagi, Pascodex juga merilis tiap lagu lewat inspirasi sebuah doa (Neng , Cing Kade) , dan sebuah realita kehidupan (Tunggara Budak Sakola , PHK)
Bahkan lagu Randa Ngora milik mereka tercipta lewat perkenalan singkat dengan seorang janda muda berasal dari Tasikmalaya di belakang backstage dengan salah satu personil.
Pascodex juga memiliki cara cukup unik untuk menciptakan lagu , yakni lewat sistem ‘sangkuriang’. Yang artinya sistem kebut semalam, yang terkadang lewat ketidaksengajaan ketika sedang dalam perjalanan di atas kendaraan bermotor.
Kini, Pascodex sudah menjadi band orkes besar di Bandung. Dan kerap tampil di beberapa event besar. Seperti Hellprint , Sukabumi Bersatu , Bandung Open Air , bahkan sampai tampil di Kalimantan.

(Kinoy saat tampil bersama Pascodex di acara Hellprint Bandung , 2016.)
Sejak 2024 Pascodex sudah mengeluarkan lagu – lagu terbaru bertajuk Persib Juara , Hampa , bahkan lagu terbaru mereka Saukur Modal Cinta sudah rilis baru – baru ini.
Bukan sebuah perjalanan mudah untuk Pascodex menjadi band orkes besar di Bandung kini dengan perjalanan terjal mereka seperti sempat vacum dan pergantian personil bahkan mereka juga kehilangan sang gitaris Dimas yang diketahui meninggal pada tahun 2024.
Kini karya mereka bisa kita nikmati lewat platform YouTube , platform musik online Reverbnation , SoundCloud official mereka dengan nama Pascodex Official.
(WN)









Apa Komentar kamu swaps ?