Lombok Barat, swapnews.co.id – Penemuan sesosok mayat wanita yang mengapung di kawasan Dermaga 1 Pelabuhan Angkutan Sungai, Darat, dan Penyeberangan (ASDP) Lembar, Lombok Barat, pada Selasa (06/01/2026), akhirnya teridentifikasi. Korban diketahui berinisial M, warga Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, mengonfirmasi penemuan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Kamis (08/01/2026), ia membenarkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja di lingkungan ASDP dalam kondisi mengapung di perairan dermaga.
“Ya betul (ditemukan dalam kondisi mengapung),” tutur Iptu Imran.
Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Fisik
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian bersama tim Balai Karantina Kesehatan (BKK) Mataram Wilayah Lembar langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Jenazah M kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar (visum) terhadap tubuh M, petugas menemukan sejumlah tanda fisik yang signifikan, antara lain:
-
Luka lebam pada bagian wajah, leher belakang, hingga punggung belakang.
-
Luka gigitan pada lidah bagian depan dengan panjang sekitar 0,8 sentimeter (cm).
-
Keluarnya busa berwarna putih dari hidung dan mulut korban.
Tanda-tanda fisik seperti keluarnya busa dan gigitan lidah kerap diasosiasikan dengan indikasi kehabisan oksigen atau tenggelam, namun polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian secara forensik karena kendala izin keluarga.
Keluarga Tolak Autopsi, Terungkap Riwayat Percobaan Bunuh Diri
Penyebab pasti tewasnya M secara medis tidak dapat didalami lebih jauh karena pihak keluarga menolak prosedur autopsi. Meski demikian, berdasarkan kondisi fisik jenazah dan keterangan keluarga, dugaan kuat mengarah pada tindakan bunuh diri.
Iptu Imran mengungkapkan fakta memilukan terkait latar belakang korban. Berdasarkan keterangan keluarga, M diketahui memiliki riwayat kesehatan mental yang terguncang dan sudah berulang kali melakukan upaya mengakhiri hidup.
“Keterangan dari pihak keluarga korban, bahwa almarhum sudah sering melakukan percobaan bunuh diri seperti minum racun tikus, minum insektisida, dan pernah mencoba terjun ke sumur,” jelas Imran.
Kini, jenazah M telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, untuk proses pemakaman.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami tanda-tanda depresi atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan konseling terdekat.
Baca Juga:
-
Kronologi Kecelakaan Laut di Perairan Lombok Bulan Ini (Internal Link 1)
-
Layanan Konseling Mental Gratis di NTB (Internal Link 2)
Kategori: Berita Daerah Penulis: Tim Redaksi SwapNews Editor: Frengki Silaen









Apa Komentar kamu swaps ?