BOGOR. Swapnews.co.id – Selandia Baru kembali menjadi sorotan dunia setelah kemunculan seekor burung Kiwi Putih (Manukura) yang sangat langka. Burung ini bukan spesies baru, melainkan varian genetik langka dari kiwi coklat, burung ikonik Selandia Baru yang terkenal karena tidak bisa terbang.
Namun yang membuatnya luar biasa adalah warna bulunya yang putih bersih bagaikan salju, membuatnya tampak seperti makhluk mistis di tengah hutan lebat.
Hanya ada kurang dari 10 kiwi putih di dunia, dan semuanya hidup dalam perlindungan di Aotearoa. Kiwi putih yang paling terkenal adalah Manukura. Ia menetas pada tahun 2011 di Pusat Margasatwa Nasional Pūkaha dan menjadi simbol harapan dan konservasi.
Fenomena ini bukan hasil rekayasa manusia, melainkan akibat kelainan genetik alami yang disebut leucism, yaitu kondisi di mana pigmen pada bulu berkurang sebagian atau sepenuhnya, sementara warna mata dan paruh tetap normal. Dalam kasus yang lebih jarang lagi, burung kiwi bisa lahir dengan albinisme penuh, di mana seluruh tubuh, termasuk mata, kehilangan pigmen.

Kiwi Putih Manukura: Si Paling Beda dari New Zealand
Salah satu kiwi putih paling terkenal adalah Manukura, yang menetas pada tahun 2011 di Pukaha National Wildlife Centre, Selandia Baru. Manukura langsung mencuri perhatian dunia karena menjadi satu dari segelintir kiwi putih yang pernah tercatat dalam sejarah. Ia bahkan dijuluki “The Ghost of the Forest” atau “Hantu Hutan”, karena penampilannya yang menawan namun misterius.
Para ahli dari Department of Conservation (DOC) New Zealand menjelaskan bahwa kemungkinan seekor kiwi menetas dengan warna putih sangat kecil, diperkirakan hanya 1 dari 50.000. Di alam liar, kiwi putih sangat jarang bertahan lama karena bulunya yang mencolok membuatnya mudah terlihat oleh predator seperti musang dan anjing liar.
Kelahiran kiwi putih menjadi simbol penting bagi upaya pelestarian satwa khas Selandia Baru yang terus terancam. Manukura sendiri menjadi duta konservasi yang membuka mata banyak orang tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah punahnya spesies unik di dunia.

Kiwi Putih Manukura: Si Paling Beda dari New Zealand
Kisahnya bahkan diabadikan dalam buku anak-anak berjudul “Manukura: The White Kiwi” dan film dokumenter yang diproduksi oleh sineas lokal. Hingga kini, burung kiwi putih tetap menjadi salah satu simbol keajaiban alam paling langka yang pernah ada di Bumi.
Burung kiwi putih yang terkenal
Manukura: Burung kiwi putih paling terkenal adalah Manukura, yang menetas di Pusat Satwa Liar Nasional Pukaha Mount Bruce, Selandia Baru, pada tahun 2011.
Simbol kebanggaan: Kelahiran Manukura merupakan peristiwa yang menggembirakan di Selandia Baru, karena ia menjadi simbol harapan bagi konservasi kiwi.
Kematian: Manukura meninggal pada Desember 2020 karena komplikasi setelah operasi.
Masih ada di alam liar: Meskipun sangat langka, beberapa kiwi putih juga terlihat di alam liar.

Kiwi Putih Manukura: Si Paling Beda dari New Zealand
Ciri-ciri umum burung kiwi :
- Asal: Burung kiwi adalah hewan asli (endemik) Selandia Baru dan merupakan simbol nasional negara tersebut.
- Tidak bisa terbang: Kiwi memiliki sayap yang sangat kecil dan tidak dapat terbang. Karena itu, mereka bersarang dan mencari makan di tanah.
- Indra penciuman tajam: Mereka memiliki lubang hidung di ujung paruhnya, menjadikan mereka satu-satunya burung dengan ciri ini. Hal ini memberi mereka indra penciuman yang luar biasa untuk mencari makan.
- Nokturnal: Kiwi adalah hewan pemalu dan aktif di malam hari.
- Telur besar: Telur kiwi berukuran sangat besar, bahkan bisa mencapai sepertiga dari berat tubuh induknya.
- Terancam punah: Populasi burung kiwi terancam oleh predator seperti anjing, kucing, dan cerpelai. (YSM)
Sumber:
Department of Conservation (DOC) New Zealand, Pukaha National Wildlife Centre, BBC Earth, dan New Zealand Geographic









Apa Komentar kamu swaps ?