SwapNews

Bukan berita biasa. Perspektif lokal, percakapan bermakna, dan jurnalisme yang dekat dengan hidup Anda.

redaksi@swapnews.co.id Indonesia
JELAJAHIBerandaTrendingBerita Video
SWAPNEWSAbout UsKarirPasang IklanBantuan
KEBIJAKANKebijakan PrivasiSyarat & KetentuanPedoman SiberPanduan KomunitasDisclaimer
SOCIAL PULSE

Berita bergerak.
Cerita tetap hidup.

Instagram Berita Video
A SWAP MEDIA NETWORK EXPERIENCESWAPNEWS

Dipimpin oleh rasa ingin tahu.
Dibangun untuk komunitas.
Diterbitkan dengan tanggung jawab.

© 2026 SwapNews Media. Seluruh hak cipta dilindungi.
SwapNews Network

Berita Terkini Indonesia · Independen · Terpercaya

Kamis, 20 Agustus 2026
←SwapNewsSwapNewsSwapNews
IKLANRuang Brand Premium SwapNews970 × 90
Ctrl K
NewsFinanceHotSportTravelFoodHealthLifestyleOtomotifTeknologiPropertiHikmahEdukasiVideoMUSIKPSIKOLOGIBALIGAMES
TRENDINGKronologi Dugaan Penggelapan Puluhan Unit PS5 di Bali: Berawal dari Penyewaan, Berakhir dengan Laporan Polisi • Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana Flores • Pemprov Bali Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT, BPBD Siapkan Rekening Resmi dan Bantuan Logistik • Merajut Solidaritas Lintas Negara: Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Flores
Berita Bali
BerandaEksplorProfil
Beranda/Berita Bali
Berita Bali4 MENIT · SELESAI ± 11.41

Kronologi Dugaan Penggelapan Puluhan Unit PS5 di Bali: Berawal dari Penyewaan, Berakhir dengan Laporan Polisi

BALI – Usaha penyewaan PlayStation 5 (PS5) MantaPS yang baru dirintis sejak Januari 2025 mengaku menjadi korban dugaan penggelapan yang diduga dilakukan…

RE
Redaksi SwapNews20 Agustus 2026

4 menit • 2

“Berawal dari Sewa 1 PS5, Berakhir 25 Konsol Tak Kembali: Kasus Rental Bali Bikin Geger
“Berawal dari Sewa 1 PS5, Berakhir 25 Konsol Tak Kembali: Kasus Rental Bali Bikin Geger
Aa
INTI BERITA

Yang perlu Anda ketahui

BALI – Usaha penyewaan PlayStation 5 (PS5) MantaPS yang baru dirintis sejak Januari 2025 mengaku menjadi korban dugaan penggelapan yang diduga dilakukan…

4 menit baca 2 pembacaBerita Bali

BALI – Usaha penyewaan PlayStation 5 (PS5) MantaPS yang baru dirintis sejak Januari 2025 mengaku menjadi korban dugaan penggelapan yang diduga dilakukan oleh komplotan warga negara asing (WNA). Peristiwa tersebut menyebabkan operasional usaha mengalami kelumpuhan setelah sejumlah unit PS5 yang disewakan tidak kunjung dikembalikan.

Berdasarkan kronologi yang disusun MantaPS, seluruh rangkaian peristiwa bermula pada 25 Juli 2026, ketika seorang WNA bernama Azous Seghir Bouali, yang dikenal dengan panggilan Adem Seghir, menyewa satu unit PS5 beserta dua stik tambahan. Penyewaan dilakukan di sebuah vila di kawasan Canggu.

BACA JUGAInvestor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana Flores

Saat proses transaksi berlangsung, penyewa dinilai kooperatif. Ia melunasi biaya sewa, membayar uang deposit, serta mengizinkan paspornya didokumentasikan sebagai identitas dan jaminan. Sikap tersebut membuat pihak penyedia jasa tidak menaruh kecurigaan.

Penyewaan Bertambah Secara Bertahap

Sehari berselang, tepatnya 26 Juli 2026, Adem kembali menghubungi MantaPS untuk menyewa satu unit PS5 tambahan. Ia mengaku konsol tersebut akan digunakan oleh rekannya yang tergabung dalam komunitas forex. Meskipun dokumen pendukung milik rekannya belum diberikan, pembayaran sewa beserta deposit telah dilunasi sehingga transaksi tetap diproses.

Pada 29 Juli 2026, muncul penyewaan lain atas nama Adhisan Nazim melalui perantara bernama Aghillas. Dokumen yang diserahkan dinilai lengkap, mulai dari paspor, bukti pemesanan vila hingga pembayaran deposit. Bahkan ketika ditanya mengenai Adem Seghir, Nazim mengaku tidak mengenalnya sama sekali.

Dua hari kemudian, 31 Juli 2026, Adem kembali menyewa unit PS5 ketiga dengan lokasi pengantaran berbeda, yakni di kawasan Uluwatu. Saat proses pengiriman, tim MantaPS justru mendapati Adem sendiri yang menerima unit tersebut, meski sebelumnya ia menyatakan konsol akan diterima oleh pacarnya. Penjelasan yang diberikan saat itu masih dianggap masuk akal sehingga transaksi tetap dilanjutkan.

Mulai Muncul Kejanggalan

Kecurigaan mulai muncul pada 1 Agustus 2026, ketika masa sewa unit pertama berakhir. Adem meminta perpanjangan masa sewa, namun pembayaran terus ditunda dan komunikasi mulai sulit dilakukan.

Situasi serupa kembali terjadi pada 2 hingga 3 Agustus 2026. Meskipun sebagian pembayaran akhirnya dilakukan setelah berkali-kali dihubungi, kewajiban pembayaran berikutnya kembali tertunda. Berulang kali Adem berjanji akan melunasi pembayaran, namun hingga larut malam tidak kunjung merealisasikannya.

Pemeriksaan ke Lokasi Vila

Pada 4 Agustus 2026, tim MantaPS mendatangi Villa Maha II untuk memastikan keberadaan unit pertama. Dari luar vila terlihat bahwa konsol sudah tidak lagi berada di lokasi semula. Seorang penghuni vila bahkan menyatakan tidak mengenal nama Adem Seghir.

Tim kemudian menuju lokasi lain di Hiroshima House. Setibanya di sana, vila tersebut sudah kosong. Dalam komunikasi yang terjadi, Adem justru meminta agar pihak MantaPS menghentikan upaya menghubunginya.

Dugaan Korban Bertambah

Pada malam hari di tanggal yang sama, MantaPS melakukan penelusuran melalui komunitas penyedia jasa rental PS di Bali. Hasilnya, terungkap bahwa sejumlah usaha lain juga menyewakan PS5 kepada orang yang sama.

Dalam pertemuan yang kemudian dilakukan, Adem mengaku menyewakan kembali unit-unit PS5 tersebut kepada rekan-rekannya sesama warga Aljazair dengan harga lebih tinggi. Ia bahkan menawarkan sistem komisi kepada para penyedia rental. Namun seluruh pemilik rental menolak dan hanya meminta seluruh unit dikembalikan sesuai masa sewanya.

Belakangan, MantaPS menduga bahwa Adem dan Adhisan Nazim bekerja secara terorganisasi. Total terdapat lima unit PS5 milik MantaPS yang diduga dikuasai oleh keduanya.

Pengembalian Terus Diulur

Memasuki periode 8–14 Agustus 2026, seluruh proses pengembalian terus mengalami penundaan. Berbagai alasan disampaikan, mulai dari berada di Karangasem, konsol sedang digunakan streamer, hingga janji akan mengganti seluruh unit dengan PS5 baru.

Ketika diminta menyerahkan unit secara langsung agar kondisinya dapat diperiksa, komunikasi dengan Adem akhirnya terputus sepenuhnya. Pada periode tersebut pula jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya sembilan usaha rental PS dan satu penyedia rental kamera menjadi korban, dengan total 25 unit PS5 dilaporkan hilang.

Dalam salah satu lokasi yang ditinggalkan, penyedia rental kamera menemukan tas penyimpanan PS. Namun setelah dibuka, unit konsol telah hilang dan hanya tersisa bohlam lampu bekas di dalamnya.

Diduga Kabur ke Luar Negeri

Pada 18 Agustus 2026, gabungan korban sempat memperoleh informasi keberadaan seseorang yang diduga menyerupai Adem di kawasan Kuta. Setelah dilakukan pengecekan bersama pihak keamanan hotel, identitas tersebut dipastikan bukan orang yang dicari.

Di hari yang sama, hasil penelusuran data keimigrasian serta pelacakan perangkat AirTag milik salah satu korban menunjukkan bahwa Adem Seghir diduga telah meninggalkan Bali menuju Malaysia sejak 14 Agustus 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke negara asalnya, Aljazair.

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh para korban mengarah kepada dugaan keterlibatan Adhisan Nazim, yang disebut masih berada di Bali dan diduga memiliki peran dalam penyewaan sejumlah unit PS5 yang belum kembali.

Telah Dilaporkan ke Kepolisian

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Kuta Utara dengan nomor laporan STPL/901/VIII/2026/Polsek Kuta Utara. Selain itu, pihak korban juga mengaku telah berkoordinasi dengan Imigrasi Ngurah Rai didampingi tim advokat.

MantaPS berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk menelusuri keberadaan Adhisan Nazim yang disebut masih berada di Bali, sehingga seluruh barang yang hilang dapat ditemukan dan proses hukum berjalan hingga tuntas.

#unit ps5#agustus 2026#kronologi dugaan penggelapan puluhan#dugaan penggelapan puluhan unit#kronologi#dugaan
PILIHAN REDAKSI

Berita terkait

DENPASAR, BALI – 19 Agustus 2026 — Kepedulian tanpa batas kembali hadir dari Pulau Dewata. Di tengah duka yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur akibat bencana, sebuah perusahaan di Bali yang didukung investor asal Rusia mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.  Merajut Solidaritas Lintas Negara: Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Flores DENPASAR, BALI – 19 Agustus 2026 — Kepedulian tanpa batas kembali hadir dari Pulau Dewata. Source: https://swapnews.co.id/investor-rusia-di-bali-salurkan-bantuan-pangan-untuk-korban-bencana-di-flores?v=1 Harap sertakan Source atau sumber saat mengutip atau menyalin berita dari SwapNews.
Berita Bali

Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana Flores

3 menit baca

Bali Buka Donasi Untuk Korban Gempa NTT
Berita Bali

Pemprov Bali Buka Donasi untuk Korban Gempa NTT, BPBD Siapkan Rekening Resmi dan Bantuan Logistik

3 menit baca

Merajut Solidaritas Lintas Negara: Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Flores
Denpasar

Merajut Solidaritas Lintas Negara: Investor Rusia di Bali Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Bencana di Flores

2 menit baca

KOMUNITAS

Komentar (0)

Semua komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...