Menu

Mode Gelap

News · 8 Sep 2025 WIB

Jejak Terakhir Macan Tutul Lembang Park and Zoo Mengarah ke Hutan Tangkuban Parahu


					Jejak Terakhir Macan Tutul Lembang Park and Zoo Mengarah ke Hutan Tangkuban Parahu Perbesar

JAKARTA. swapnews.co.id – Pencarian macan tutul yang kabur dari kandang karantina di Lembang Park & Zoo telah memasuki pekan pertama dilalui tanpa hasil. Satwa liar tersebut diyakini telah meninggalkan area wisata dan bergerak jauh ke dalam kawasan hutan lindung Gunung Tangkuban Parahu.

Jejak terakhir keberadaan macan tutul ditemukan oleh tim observasi dua hari lalu. Namun, jejak kaki tersebut sudah memudar dan diperkirakan tercetak sejak empat hari sebelumnya. “Jadi kami menemukan jejak kaki yang berbeda dengan hewan anjing. Tim observasi menemukan jejak itu 2 hari lalu, tapi jejaknya sudah memudar diduga 4 hari lalu. Jadi ada selisih beberapa hari dengan penemuan kami,” kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Bandung, Ujang Acep, pada Kamis (4/9/2025).

Jejak yang samar itu menjadi penanda terakhir yang berhasil dideteksi sebelum tim kehilangan arah dan hanya bisa mengandalkan laporan masyarakat sekitar.

Salah satu informasi datang dari seorang warga yang tengah berkebun di dekat hutan lindung Tangkuban Parahu.

Ia mengaku mendengar gonggongan anjing peliharaannya yang tidak biasa pada malam hari.

“Ketika observasi, kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang berkebun di dekat hutan lindung Gunung Tangkuban Parahu. Di sana, masyarakat punya 2 ekor anjing, nah di malam hari anjing ini menggonggong tidak lazim,” ujar Ujang. Keterangan tersebut menguatkan dugaan bahwa macan tutul sempat melintas di wilayah tersebut pada Sabtu (30/8/2025) malam.

“Meskipun belum tentu, tapi kalau dari arah pergerakan yang kami petakan, kuat dugaan itu macan tutul. Dari situ, kami simpulkan obyek macan tutul sudah berada di hutan kaki Gunung Tangkuban Parahu,” kata Ujang.

Dengan daya jelajah mencapai 400 hektar, macan tutul berusia tiga tahun itu diperkirakan sudah menjauh lebih dalam dari titik terakhir ditemukannya jejak.

“Informasi dari warga itu temuannya malam minggu. Artinya pergerakan macan tutul itu sangat cepat dan sudah jauh lebih ke dalam. Daya jelajahnya 1 individu bisa sampai 400 hektar di alam liar, kalau sudah lebih dari 2 hari, lebih jauh masuk. Mudah-mudahan prediksi kami tidak salah,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

Lomba Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026,Dengan Tema “ATMA KERTHI UDIANA PURNANING JIWA” di Laksanakan

5 February 2026 - 17:04 WIB

Babinsa Koramil 1611-07/Denbar Laksanakan Sidak dan Pendataan Duktang Non Permanen di Br. Tegeh Sari

4 February 2026 - 21:56 WIB

PERTEMUAN SINERGI PEMKAB SUMBA BARAT DAN STAKEHOLDER BALI,UPAYA PREVENTIF DAN ELIMINASI STIGMA NEGATIF TERHADAP WARGA SUMBA DI BALI

19 January 2026 - 15:05 WIB

Akhir Pekan, Polres Bangli Tingkatkan Pengamanan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Kintamani

17 January 2026 - 19:49 WIB

Pangdam IX/Udayana Resmikan 10 Unit RTLH Hasil Kolaborasi Lintas Sektor di Buleleng

17 January 2026 - 18:13 WIB

Akhirnya Bos Minyak Nomor Satu di Denpasar Man Tompel Ditahan

16 January 2026 - 18:29 WIB

Trending di News
Home
Hot News
Trending
Instagram