LABUAN BAJO, NTT – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) memutuskan untuk kembali memperpanjang masa operasi SAR terhadap korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Langkah ini diambil demi menemukan dua anak laki-laki dari mendiang Fernando Martin Carrerasz, pelatih tim B Sepakbola Wanita Valencia CF.
Keputusan perpanjangan ini merupakan kali kedua setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Fernando pada Kamis (4/1/2026). Hingga kini, dua putra Fernando yang berusia 9 dan 10 tahun masih dinyatakan hilang dalam insiden nahas tersebut.
Fokus Pencarian di Hari ke-11
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, yang bertindak sebagai pendamping keluarga, menyatakan bahwa pihak keluarga menaruh harapan besar pada perpanjangan waktu ini.
“Keluarga sangat mengapresiasi Basarnas dan semua pihak yang terlibat. Mereka berharap kedua putra mereka dapat ditemukan dalam tiga hari masa perpanjangan operasi SAR ini,” ujar Budi pada Senin (5/1/2026).
Operasi tambahan ini direncanakan berlangsung mulai 5 hingga 7 Januari 2026, yang akan menandai hari ke-13 sejak kapal pinisi tersebut tenggelam pada 26 Desember 2025 di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Kronologi Penemuan Korban
Hingga hari kesebelas operasi, tim SAR telah menemukan dua dari empat korban yang dinyatakan hilang:
-
Putri Fernando (12 tahun): Ditemukan pada 29 Desember 2025 di Perairan Pulau Serai.
-
Fernando Martin Carrerasz: Ditemukan pada 4 Januari 2026 di perairan Pulau Rinca dalam posisi telungkup, sekitar dua kilometer dari titik koordinat tenggelamnya kapal.
Penemuan jasad Fernando pada hari terakhir masa pencarian sebelumnya menjadi faktor kunci yang mendorong Basarnas untuk terus menyisir area perairan guna mencari keberadaan dua anggota keluarga lainnya.
Keteguhan Hati Keluarga Korban
Insiden KM Putri Sakinah menyisakan duka mendalam bagi dunia olahraga internasional. Dari total anggota keluarga yang berada di atas kapal, istri dan putri bungsu Fernando yang berusia tujuh tahun berhasil selamat.
Pihak keluarga sebelumnya menegaskan komitmen mereka untuk tetap berada di Indonesia hingga seluruh anggota keluarga ditemukan. Mereka menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol sebelum membawa pulang semua korban.
Pemerintah daerah dan otoritas terkait terus memberikan dukungan penuh dalam operasi kemanusiaan ini, mengingat lokasi kejadian berada di jalur wisata utama yang memiliki karakteristik arus laut yang cukup menantang.









Apa Komentar kamu swaps ?