OpenAI resmi memperkenalkan pembaruan chatbot GPT-5.2, yang diklaim sebagai model kecerdasan buatan paling mumpuni mereka hingga saat ini, khususnya untuk kebutuhan penalaran, pengkodean, dan pekerjaan berbasis pengetahuan profesional.
Dalam keterangannya, OpenAI menyebut GPT-5.2 dirancang untuk menjawab tantangan utama penggunaan AI di skala korporasi, termasuk mengurangi halusinasi data, yaitu kesalahan informasi yang kerap muncul saat model menafsirkan instruksi pengguna.
Chief Executive Officer Aplikasi OpenAI, Fidji Simo, mengatakan GPT-5.2 mampu menjalankan beragam tugas kompleks, mulai dari menyusun spreadsheet, membuat presentasi, menulis kode, hingga memahami gambar serta konteks panjang.
“Ini adalah model terdepan kami yang paling canggih di pasaran saat ini,” ujar Simo, seperti dikutip dari ulasan VentureBeat yang terbit Kamis (11/12/2025).
Efisiensi Biaya dan Fokus Pengembang
Selain peningkatan kemampuan teknis, OpenAI juga menyoroti aspek efisiensi biaya sebagai keunggulan GPT-5.2. Model ini hadir dengan struktur harga Application Programming Interface (API) yang lebih terjangkau, sehingga dinilai lebih ramah bagi pengembang dan perusahaan rintisan.
Dengan skema tersebut, integrasi model bahasa berskala besar ke dalam aplikasi bisnis diharapkan tidak lagi terkendala biaya komputasi yang tinggi.
Keamanan dan Penyesuaian Model
Fitur fine-tuning atau penyesuaian model juga diperluas pada GPT-5.2. Perusahaan pengguna dapat melatih model dengan data internal masing-masing, dengan jaminan keamanan dan perlindungan terhadap rahasia dagang.
OpenAI menegaskan bahwa data korporasi yang digunakan untuk pelatihan tidak akan digunakan untuk kepentingan lain di luar sistem pengguna.
Kapasitas Token dan Pengetahuan Mutakhir
Dari sisi teknis, GPT-5.2 dibekali kapasitas 400 ribu token input, memungkinkan pengguna memasukkan ratusan dokumen atau repositori kode besar sekaligus. Sementara itu, batas keluaran hingga 128 ribu token memungkinkan pembuatan laporan panjang atau aplikasi lengkap dalam satu proses.
Model ini juga memiliki batas pengetahuan hingga 31 Agustus 2025, yang dinilai cukup mutakhir untuk mengikuti perkembangan global dan dokumentasi teknis terbaru.
Persaingan AI Kian Ketat
Peluncuran GPT-5.2 disebut-sebut sebagai upaya OpenAI untuk merebut kembali posisi teratas di tengah persaingan ketat industri kecerdasan buatan global. Kehadiran model baru ini diperkirakan akan semakin memanaskan kompetisi antar penyedia AI, khususnya dalam segmen enterprise dan pengembangan perangkat lunak.
Meski OpenAI mengklaim sejumlah keunggulan, para pengamat menilai efektivitas GPT-5.2 tetap akan diuji melalui implementasi nyata di berbagai sektor industri.
Source : Trend AI
Editor : (FS)









Apa Komentar kamu swaps ?