GoTo Libatkan Mahasiswa dari 7 Universitas untuk Kembangkan AI Bahasa Indonesia
GoTo melibatkan mahasiswa dari tujuh universitas di Indonesia, termasuk Universitas Udayana, dalam proyek pengembangan kecerdasan buatan. Para peserta magang berkontri...

Yang perlu Anda ketahui
GoTo melibatkan mahasiswa dari tujuh universitas di Indonesia, termasuk Universitas Udayana, dalam proyek pengembangan kecerdasan buatan. Para peserta magang berkontri...
SWAPNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang memahami bahasa dan kebutuhan masyarakat Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga ketersediaan talenta lokal. GoTo berupaya memperkuat ekosistem tersebut dengan melibatkan mahasiswa dari tujuh universitas di Indonesia dalam pengembangan model AI.
Mahasiswa yang direkrut melalui program magang itu berasal dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi. Salah satunya adalah Universitas Udayana di Bali.
Dalam program tersebut, para mahasiswa bekerja bersama tim AI GoTo dan terlibat langsung dalam sejumlah tahapan pengembangan teknologi. Pekerjaan mereka mencakup persiapan data, pelatihan model, hingga pengujian sistem.
Keterlibatan ini memberi mahasiswa kesempatan untuk mengenal proses pengembangan AI secara praktis, sekaligus mendukung upaya perusahaan membangun teknologi yang relevan dengan karakteristik bahasa di Indonesia.
Mahasiswa Terlibat dalam Pengembangan Teknologi Suara
Salah satu bidang yang menjadi perhatian GoTo adalah pengembangan teknologi speech atau pemrosesan suara berbahasa Indonesia.
Para mahasiswa turut membantu proses pelatihan teknologi tersebut. Selain itu, mereka berkontribusi dalam pengumpulan data bahasa Batak, yang dapat menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan teknologi AI terhadap keragaman bahasa di Indonesia.
Pengembangan AI berbasis bahasa lokal memiliki tantangan tersendiri. Ketersediaan data yang memadai, variasi dialek, konteks percakapan, dan perbedaan penggunaan bahasa sehari-hari menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar sistem dapat memahami masukan pengguna dengan lebih baik.
Karena itu, pengumpulan dan pengolahan data bahasa merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan model AI, termasuk untuk aplikasi berbasis suara.
GoTo Dorong Pengembangan Talenta AI Lokal
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya GoTo memperkuat kemampuan pengembangan AI di dalam negeri.
Melalui pengalaman bekerja langsung dengan tim teknis, mahasiswa dapat mempelajari proses yang mencakup penyiapan dataset, pelatihan model, dan evaluasi hasil pengembangan.
Program ini juga membuka ruang bagi talenta muda untuk memahami bagaimana teknologi AI dikembangkan, diuji, dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lokal.
Di sisi lain, pengembangan AI yang berorientasi pada bahasa Indonesia dan bahasa daerah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan teknologi, perguruan tinggi, peneliti, dan komunitas penutur bahasa.
Ketersediaan data berkualitas serta keterlibatan orang yang memahami konteks bahasa dan budaya menjadi faktor penting dalam membangun teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Model AI GoTo Tersedia di Hugging Face
Selain melibatkan mahasiswa dalam pengembangan teknologi, GoTo juga menyediakan akses terhadap model AI yang dikembangkan perusahaan melalui platform Hugging Face.
Model dengan 27 miliar parameter tersebut tercantum dengan nama Gemma 3 27B CPT GoToAI v3 Instruct.
Model dapat diakses melalui tautan berikut:
Ketersediaan model di Hugging Face memberikan jalur bagi pengembang dan peneliti untuk mempelajari dokumentasi serta ketentuan penggunaan yang disediakan pada halaman model.
Meski demikian, akses publik terhadap model tidak otomatis berarti seluruh komponen pengembangan, data pelatihan, atau bobot model dapat digunakan tanpa batas. Pengguna perlu memeriksa lisensi, dokumentasi teknis, dan persyaratan yang berlaku pada halaman resminya.
Upaya pengembangan AI berbasis bahasa Indonesia pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan model, tetapi juga kesiapan talenta, kualitas data, serta akses terhadap teknologi yang memungkinkan lebih banyak pihak ikut berinovasi.

Memuat komentar...