AMBON, swapnews.co.id — Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Ambon pada Kamis, 20 November 2025, pukul 13:59:44 WIB. Informasi resmi yang dirilis oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut, 15 km tenggara Ambon, pada kedalaman 119 km.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah.
“Pusat gempa berada di laut 15 km tenggara Ambon dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” tulis BMKG melalui situs resminya.
Koordinat pusat gempa tercatat pada 3.66 LS dan 128.33 BT, yang merupakan zona aktif tektonik di sekitar Kepulauan Maluku.
Getaran Terasa di Ambon, Amahai, Sorong, dan Fakfak
Gempa Magnitudo 6,0 ini memicu getaran yang masuk kategori MMI (Modified Mercalli Intensity) II hingga IV, yaitu:
-
Amahai: MMI III–IV
-
Ambon: MMI III
-
Sorong: MMI III
-
Fakfak: MMI II
Skala MMI III berarti gempa dirasakan oleh beberapa orang, jendela kaca bergetar, dan benda ringan yang digantung bergoyang, namun tidak menimbulkan kerusakan struktural.
Aktivitas Seismik Indonesia Meningkat
BMKG melaporkan bahwa dalam sepekan terakhir, terjadi 17 kali gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Variasi magnitudo dan kedalaman menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik di zona rawan tektonik nasional.
Pada hari yang sama, BMKG juga mencatat gempa lain di wilayah Halmahera Barat dengan kekuatan M 5,4, yang juga tidak menimbulkan potensi tsunami.
Analisis Singkat: Zona Gempa Maluku
Kepulauan Maluku merupakan salah satu daerah dengan aktivitas tektonik tertinggi di Indonesia. Pergerakan Lempeng Australia, Lempeng Pasifik, dan kompleks Banda Arc menjadi penyebab seringnya gempa di kawasan ini.
Gempa berkedalaman menengah seperti ini biasanya menghasilkan getaran luas namun dampak permukaannya cenderung lebih rendah









Apa Komentar kamu swaps ?