Jakarta, Swapnews.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara terbuka mengakui bahwa gaji guru dan dosen di Indonesia masih jauh dari layak. Pengakuan ini disampaikannya dalam Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia, Kamis (7/8/2025), di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik.
“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar. Ini salah satu tantangan bagi keuangan negara,” ujar Sri Mulyani di hadapan peserta konvensi.
Pernyataan ini langsung memantik diskusi publik lebih luas, terlebih mengingat profesi guru dan dosen merupakan tulang punggung dalam mencetak generasi penerus bangsa.
💸 Di Tengah Beban APBN, Apakah Negara Mampu?
Sri Mulyani menyatakan bahwa masalah ini menjadi dilema besar dalam pengelolaan keuangan negara. Ia mengisyaratkan bahwa keterbatasan fiskal menjadi kendala untuk secara drastis menaikkan gaji guru dan dosen secara nasional.
“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?” tanya Sri Mulyani, membuka wacana alternatif pembiayaan di luar APBN.
Meski tidak menjabarkan lebih lanjut bentuk partisipasi masyarakat yang dimaksud, pernyataan tersebut menyiratkan potensi keterlibatan sektor swasta atau skema kolaboratif lainnya.
🧑🏫 Beban Besar, Penghargaan Kecil
Keluhan mengenai kecilnya gaji guru dan dosen bukan hal baru. Berbagai laporan menunjukkan bahwa banyak guru honorer di daerah menerima gaji di bawah upah minimum, sementara dosen non-ASN di perguruan tinggi swasta juga menghadapi kondisi serupa.
Di sisi lain, tuntutan profesionalisme terhadap tenaga pendidik semakin tinggi, mulai dari kewajiban sertifikasi, beban administratif, hingga ekspektasi kualitas pendidikan yang meningkat setiap tahun.
📚 Pendidikan Tak Bisa Murah, Tapi Jangan Diabaikan
Pernyataan Sri Mulyani menjadi refleksi penting bahwa membangun pendidikan unggul memerlukan keberanian politik dan alokasi anggaran yang berpihak. Tanpa itu, Indonesia berisiko terus mengalami brain drain dan minimnya regenerasi tenaga pendidik berkualitas.
🗣️ Publik Menanti Tindakan Nyata
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan teknis dari Kementerian Keuangan mengenai langkah konkret untuk memperbaiki sistem penggajian guru dan dosen. Namun publik berharap pengakuan dari pejabat setingkat Menteri Keuangan ini tidak berhenti di tataran wacana.
Swapnews.co.id akan terus mengawal isu ini dan menyuarakan hak-hak tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda depan pembangunan karakter bangsa.(A/S)









Apa Komentar kamu swaps ?