Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 6 Oct 2025 WIB

Eksekutor Jawa Timur Ancam Wartawan: Kebebasan Pers di Lamongan Dihantam Teror Kekuasaan!


					Intimidasi terhadap wartawan di Lamongan Perbesar

Intimidasi terhadap wartawan di Lamongan

Lamongan, Swapnews.co.id – Kebebasan pers kembali menghadapi ujian serius di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Seorang pria berinisial RM dilaporkan ke Polres Lamongan atas dugaan menghalangi kerja jurnalistik dan melakukan intimidasi terhadap wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum, Syaiful Anam.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 15 September 2025, di area belakang Plaza Lamongan. Dalam pertemuan tersebut, RM diduga mendesak Syaiful agar menurunkan berita bertajuk “Program Chromebook Dinas Pendidikan Lamongan Juga Tercium Aroma Dugaan Korupsi” yang telah dipublikasikan di portal Memorandum.disway.id.

Tidak hanya itu, RM yang dengan lantang mengaku sebagai “eksekutor wilayah Jawa Timur”, juga diduga melontarkan ancaman serius terhadap keselamatan Syaiful.

“Dia mengancam akan melakukan eksekusi di jalan jika berita itu tidak diturunkan,” ujar Syaiful saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/10/2025).

Ketegangan meningkat ketika RM datang bersama seorang rekannya berinisial ZL, yang tanpa izin memotret jalannya pertemuan dan menyebarkan foto tersebut ke pihak lain sebelum akhirnya dihapus.

Syaiful menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami tidak pernah melakukan take down berita tanpa dasar. Bila ada pihak yang keberatan, silakan menggunakan hak jawab atau mengajukan keberatan ke Dewan Pers,” tegasnya.

Dalam laporan resminya ke Polres Lamongan, Syaiful menyertakan sejumlah bukti, antara lain:

  • Surat tugas dan kartu identitas wartawan

  • Rekaman percakapan WhatsApp dengan RM

  • Foto saat kejadian

  • Keterangan saksi di lokasi

Yang lebih mengejutkan, RM juga disebut sempat menyombongkan diri pernah “mengambil wartawan dan LSM, memasukkannya ke dalam karung, lalu dibuang ke sungai atau hutan.”

“Ini bukan sekadar ancaman pribadi, tapi bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers yang dijamin konstitusi,” tegas Syaiful.

Jika terbukti, RM dapat dijerat dengan Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang mengancam hukuman penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta bagi siapapun yang dengan sengaja menghalangi kegiatan jurnalistik.

Syaiful berharap kepolisian memproses laporan ini secara profesional dan transparan agar tidak menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers di daerah.

“Jangan ada pembiaran. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka jurnalis di lapangan akan selalu bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan,” ujarnya menegaskan.

Kasus ini memantik gelombang keprihatinan dari komunitas jurnalis di Lamongan. Mereka menilai tindakan RM merupakan serangan terhadap kemerdekaan pers dan integritas profesi wartawan.

“Kami berharap aparat penegak hukum berpihak pada kebenaran dan konstitusi, bukan pada tekanan atau kekuasaan,” tutup Syaiful.

Dikutip dari : Beritakeadilan.com

(Redaksi Swapnews.co.id)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

Lomba Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026,Dengan Tema “ATMA KERTHI UDIANA PURNANING JIWA” di Laksanakan

5 February 2026 - 17:04 WIB

Babinsa Koramil 1611-07/Denbar Laksanakan Sidak dan Pendataan Duktang Non Permanen di Br. Tegeh Sari

4 February 2026 - 21:56 WIB

PERTEMUAN SINERGI PEMKAB SUMBA BARAT DAN STAKEHOLDER BALI,UPAYA PREVENTIF DAN ELIMINASI STIGMA NEGATIF TERHADAP WARGA SUMBA DI BALI

19 January 2026 - 15:05 WIB

Akhir Pekan, Polres Bangli Tingkatkan Pengamanan Kunjungan Wisatawan di Kawasan Obyek Wisata Kintamani

17 January 2026 - 19:49 WIB

Pangdam IX/Udayana Resmikan 10 Unit RTLH Hasil Kolaborasi Lintas Sektor di Buleleng

17 January 2026 - 18:13 WIB

Akhirnya Bos Minyak Nomor Satu di Denpasar Man Tompel Ditahan

16 January 2026 - 18:29 WIB

Trending di News
Home
Hot News
Trending
Instagram