DENPASAR — Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Bali kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) menyerahkan dua unit perahu karet yang akan difungsikan untuk penanggulangan bencana, sekaligus mendukung kegiatan pembersihan sampah di wilayah perairan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (BPSLB3) Kementerian LH/BPLH, Hanifah Dwi Nirwana, kepada Kepala Seksi Logistik Korem 163/Wira Satya, Kolonel Koerniawan Pramulya, di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali–Nusa Tenggara, Denpasar, Sabtu (13/12/2025).
Respons Atas Banjir, Fokus pada Kesiapsiagaan
Hanifah menjelaskan, bantuan perahu karet ini merupakan respons atas sejumlah kejadian banjir yang terjadi di Bali dalam beberapa waktu terakhir. Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi situasi darurat.
“Ini sebagai bentuk respons kami terhadap kejadian banjir di Bali kemarin. Kami berharap perahu ini bisa menjadi salah satu peralatan yang digunakan untuk kesiapsiagaan,” ujar Hanifah.
Menurutnya, kehadiran perahu karet akan memudahkan mobilisasi saat banjir, terutama di wilayah sungai yang mengalami pendangkalan atau luapan air.
Tak Hanya untuk Banjir, Dukung Pengelolaan Sampah
Selain untuk penanggulangan bencana, perahu karet tersebut juga dirancang memiliki fungsi ganda. Hanifah menyebut perahu ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk patroli dan pembersihan sampah di sungai maupun laut.
“Selain untuk banjir, perahu ini juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya patroli sampah laut,” imbuhnya.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengintegrasikan penanganan kebencanaan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sinergi Pemerintah dan TNI
Hanifah menegaskan bahwa Kementerian LH/BPLH secara konsisten membangun sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.
Ia menyebut, pemberian bantuan perahu karet ini merupakan bagian dari rekomendasi langsung Menteri LH/BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang mendorong penguatan peralatan pendukung di daerah.
“Kami juga sedang memproses beberapa peralatan penanganan sampah lainnya, termasuk untuk daerah-daerah yang sedang mengalami bencana. Fokus kami adalah membantu penyelesaian persoalan sampah di situasi kebencanaan,” jelasnya.
Langkah Preventif Jangka Panjang
Penyerahan bantuan ini dipandang sebagai langkah preventif jangka panjang dalam menghadapi tantangan lingkungan dan bencana di Bali. Dengan karakter geografis yang memiliki banyak aliran sungai dan kawasan pesisir, kesiapan peralatan dinilai menjadi faktor krusial.
Pihak TNI, melalui Korem 163/Wira Satya, menyambut baik bantuan tersebut dan menyatakan siap mengoptimalkan pemanfaatannya sesuai kebutuhan di lapangan.
Catatan Redaksi
Bantuan perahu karet ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan bencana dan lingkungan. Kesiapsiagaan bukan hanya soal reaksi saat bencana terjadi, tetapi juga kesiapan alat, koordinasi, dan pemanfaatan sumber daya secara tepat guna.
(red)









Apa Komentar kamu swaps ?