DENPASAR — Menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Pemerintah Kota Denpasar mulai mengoptimalkan berbagai fasilitas pengolahan sampah, mulai dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Teba Modern, hingga Pusat Daur Ulang (PDU) di sejumlah lokasi.
Selain optimalisasi fasilitas, Pemkot Denpasar juga berencana mengumpulkan 24 pengelola TPS3R untuk membahas solusi atas sejumlah kendala operasional, khususnya terkait peluang peningkatan kapasitas pengolahan sampah.
Kapasitas Pengolahan Masih Terbatas
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa saat ini berbagai inovasi pengolahan sampah—mulai dari TPS3R, teba modern, komposter, bank sampah, hingga PDU Padangsambian—baru mampu mengolah sampah sekitar 280 hingga 300 ton per hari.
“Kami terus berkomitmen dan bekerja agar sampah di Denpasar bisa tertangani dengan baik,” ujar Jaya Negara saat mendampingi kunjungan kerja Pelaksana Tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI, Hanifah Dwi Nirwana, Sabtu (13/12/2025).
Ke depan, optimalisasi pengolahan akan difokuskan di PDU Tahura Kota Denpasar dan Kesiman Kertalangu, sembari menunggu beroperasinya Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Antisipasi Dampak Lingkungan
Jaya Negara juga menegaskan bahwa Pemkot Denpasar telah berkoordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster serta Kementerian Lingkungan Hidup terkait kebijakan penanganan sampah pasca-TPA Suwung.
“Kami tidak menginginkan upaya menyelesaikan persoalan di TPA Suwung justru menimbulkan dampak lingkungan lain, seperti sungai dan fasilitas umum dipenuhi sampah rumah tangga,” ujarnya.
Kementerian Lingkungan Hidup Apresiasi Itikad Daerah
Sementara itu, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan kunjungannya bertujuan meninjau langsung progres perbaikan pengelolaan TPA Suwung, terutama dalam rangka pemenuhan sanksi administratif yang jatuh tempo pada 23 Desember 2025.
“Kami melihat ada itikad baik dari pemerintah daerah untuk berbenah. Namun, memang masih ada kendala yang perlu percepatan, sehingga dibutuhkan kerja kolaboratif dan lebih keras,” katanya.
Peran Masyarakat Dinilai Krusial
Hanifah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam kolaborasi penanganan sampah secara berkelanjutan,” tegasnya.
Catatan Redaksi
Pemberitaan ini menyoroti upaya pemerintah daerah dan pusat secara berimbang, dengan menempatkan kebijakan, tantangan, serta peran masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
(red)









[…] Denpasar Optimalkan TPS3R Jelang Penutupan TPA Suwung […]