Denpasar, swapnews.co.id – Menutup tahun anggaran 2025, sektor pariwisata Bali mencatatkan pemulihan yang signifikan. Berdasarkan data akumulatif hingga akhir tahun, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata diperkirakan telah melampaui angka 7 juta kunjungan, sebuah pencapaian yang melampaui target awal dan menunjukkan kebangkitan penuh pasca-pandemi.
Namun, di balik angka-angka masif tersebut, terjadi pergeseran tren yang menarik terkait negara asal wisatawan dan fokus baru pariwisata Bali menyongsong tahun 2026.
Top 3 Negara Penyumbang Turis Terbanyak 2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali dan pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang tahun 2025, peta kekuatan pasar wisatawan asing masih didominasi oleh pemain lama, namun dengan dinamika baru dari pasar Asia.
-
Australia (Sang Juara Bertahan): Negeri Kanguru tak tergoyahkan di posisi puncak. Sepanjang tahun 2025, Australia konsisten menyumbang sekitar 23-24% dari total kedatangan wisman. Kedekatan geografis dan frekuensi penerbangan yang tinggi membuat Bali tetap menjadi “halaman belakang” favorit warga Australia.
-
India (The Rising Star): India menunjukkan lonjakan pertumbuhan yang paling agresif, bahkan sempat mencatat kenaikan 36,93% pada pertengahan tahun. Adanya penerbangan langsung (direct flight) dari maskapai seperti Vistara dan Indigo menjadi katalis utama, menjadikan India pasar terbesar kedua atau ketiga bersaing ketat dengan Tiongkok.
-
Tiongkok (China): Meski sempat mengalami fluktuasi penurunan di beberapa bulan, Tiongkok tetap mengamankan posisi tiga besar dengan kontribusi sekitar 8,5%.
-
Korea Selatan & Singapura: Pasar Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan yang sehat sebesar 16,09%, membayangi pasar Eropa seperti Prancis dan Inggris.
Prediksi 2026: Era “Quality Tourism” dan Pemerataan ke Utara
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali bersama pelaku industri sepakat mengubah haluan strategi. Tidak lagi sekadar mengejar kuantitas angka kedatangan, Bali di tahun 2026 membidik “Quality Tourism” dengan target spesifik pada segmen Wellness Tourism dan Digital Nomad.
Ada dua katalis utama yang diprediksi akan menjadi game changer pariwisata Bali di tahun 2026:
1. Wisata Kesehatan di Sanur (KEK Kesehatan)
Kehadiran Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang mulai beroperasi penuh sejak pertengahan 2025 menjadi magnet baru. Fasilitas kesehatan kelas dunia yang bermitra dengan Mayo Clinic ini diprediksi akan menarik ribuan wisatawan medis (medical tourists) berdompet tebal di tahun 2026, mengubah citra Bali dari sekadar destinasi pesta menjadi destinasi penyembuhan global.
2. Turyapada Tower: Ikon Baru Bali Utara
Tahun 2026 juga digadang-gadang sebagai tahun kebangkitan pariwisata Bali Utara. Gubernur Bali telah memastikan bahwa pembangunan tahap II Turyapada Tower di Buleleng ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Menara yang sering disebut sebagai “Menara Eiffel”-nya Bali ini diharapkan beroperasi penuh pada akhir 2026, memecah konsentrasi turis yang selama ini menumpuk di Bali Selatan.
“Pariwisata tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman dan pemerataan manfaat ekonomi,” ujar Widiyanti Putri Wardhana, menyoroti pentingnya pemerataan wisatawan ke daerah-daerah di luar Badung dan Denpasar pada awal tahun ini.
Baca Juga:
Kategori: Bisnis & Pariwisata Penulis: Tim Redaksi SwapNews Editor: Frengki Silaen









Apa Komentar kamu swaps ?