Menu

Mode Gelap

BALI · 8 Jan 2026 WIB

Banjir Kepung Sanur & Denpasar: Turis Komplain, Staf Hotel Terpaksa Angkut Koper Manual


					Banjir Kepung Sanur & Denpasar Turis Komplain, Staf Hotel Terpaksa Angkut Koper Manual Perbesar

Banjir Kepung Sanur & Denpasar Turis Komplain, Staf Hotel Terpaksa Angkut Koper Manual

Denpasar, swapnews.co.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Bali pada Kamis pagi (08/01/2026) kembali melumpuhkan sejumlah titik vital di Kota Denpasar. Kawasan pariwisata Sanur menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah, di mana genangan air tidak hanya menghambat lalu lintas tetapi juga memukul operasional bisnis akomodasi.

Titik terparah dilaporkan terjadi di Jalan Bumiayu, Sanur. Kawasan ini, menurut warga setempat, memang menjadi “langganan” banjir, namun kondisinya memburuk sejak intensitas hujan meningkat pada Desember 2025 lalu. Selain Bumiayu, genangan tinggi juga merendam Jalan Danau Tamblingan, Jalan Pungutan, hingga masuk ke area properti mewah seperti Villa The Pavilions Bali.

Dampak ke Pariwisata: “Why? Tempat Lain Nggak Banjir”

Banjir kali ini membawa kesulitan teknis bagi pelaku pariwisata. Santi, staf di akomodasi Sanur House, mengungkapkan betapa repotnya pelayanan tamu saat air mengepung akses masuk. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, memaksa staf hotel melakukan upaya manual yang melelahkan.

“Kendalanya mobil nggak bisa masuk, jadi kami harus angkat-angkat barang masuk. Kan berat ya, kita akali pakai sepeda gayung, kalau yang nggak punya sepeda harus gotong royong berdua,” jelas Santi.

Tak hanya masalah logistik, risiko teknis seperti korsleting listrik pada lampu taman juga menjadi ancaman. Namun, tantangan terbesar adalah menghadapi keluhan wisatawan asing yang bingung dengan situasi infrastruktur.

“Tamu sering komplain. Mereka bilang, ‘Why? Tempat lain nggak banjir kok kamu aja yang banjir?’,” tambah Santi menirukan keluhan tamu. Meski demikian, ia bersyukur durasi surut air kini lebih cepat, hanya berkisar setengah hari dibandingkan kejadian sebelumnya yang bisa memakan waktu hingga dua hari.

Penyebab: Cekungan Sawah dan Air Laut Pasang

Made Adnyana, warga Sanur yang juga merupakan tim teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, menjelaskan faktor geografis menjadi penyebab utama.

“Sanur sini memang paling parah. Katanya ini daerah resapan, dulu sawah, makanya di tengah-tengah itu rendah. Kalau dari BWS (Balai Wilayah Sungai), pengaruh air laut juga. Kalau air laut pasang dan hujan deras, agak lama surutnya,” papar Made.

Respons Cepat: Penyedotan ke Pantai Karang

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Damkar Kota Denpasar telah menerjunkan tim untuk menyedot genangan air. Air yang disedot kemudian dibuang ke area terdekat, yakni Pantai Karang, dengan menunggu momen air laut surut agar tidak kembali menggenangi kawasan cekungan.

Selain Sanur, BPBD Kota Denpasar melalui Kepala Unit Pengendalian Darurat (KAUPD) Pusdalops, Made Antara, mengonfirmasi banjir juga melanda wilayah lain, antara lain:

  • Renon: Jalan Raya Puputan, Jalan Tantular, Jalan Tukad Bilok, Jalan Tukad Balian.

  • Sumerta Kelod: Jalan Merdeka, Jalan Juanda.

  • Panjer: Jalan Tukad Irawadi (air masuk rumah warga), Jalan Tukad Pancoran.

  • Dauh Puri & Serangan: Jalan Pulau Misol, Jalan Jenderal Sudirman.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan susulan dan menghindari titik-titik rawan genangan tersebut.


Baca Juga:

Kategori: Berita Denpasar Penulis: Tim Redaksi SwapNews Editor: Frengki Silaen

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Apa Komentar kamu swaps ?

Baca Lainnya

Kalender Event Bali 2026: Jadwal Lengkap Beachwalk Fest hingga BBTF

8 January 2026 - 11:47 WIB

Kalender Event Bali 2026 Jadwal Lengkap Beachwalk Fest hingga BBTF

Data Kunjungan Wisman Bali 2025: Australia Juara, India Melesat, Prediksi 2026 Fokus ‘Quality Tourism’

8 January 2026 - 11:38 WIB

Data Kunjungan Wisman Bali 2025 Australia Juara, India Melesat, Prediksi 2026 Fokus 'Quality Tourism'

Mayat Wanita Mengapung di Pelabuhan Lembar, Polisi Ungkap Riwayat Pilu Korban

8 January 2026 - 11:02 WIB

Petugas melakukan evakuasi terhadap mayat M yang ditemukan mengapung di Pelabuhan Lembar.

Bupati Bangli Bantah Minta Kompensasi Rp 200 Miliar untuk Tampung Sampah

8 January 2026 - 10:45 WIB

Bupati Bangli Bantah Minta Kompensasi Rp 200 Miliar untuk Tampung Sampah

Wabup Bangli Tegas: Denpasar & Badung Hanya Boleh Buang Sampah Residu ke TPA Landih

6 January 2026 - 10:27 WIB

Wabup Bangli Tegas Denpasar & Badung Hanya Boleh Buang Sampah Residu ke TPA Landih - swapnews

TPA Suwung Tutup 2026: Bangli Ajukan Syarat ‘Mahal’ ke Denpasar & Badung

6 January 2026 - 10:04 WIB

TPA Suwung Tutup 2026 Bangli Ajukan Syarat 'Mahal' ke Denpasar & Badung
Trending di BALI
Home
Hot News
Trending
Instagram