Lampung, 24/06/2025 | swapnews.co.id –
Tragedi memilukan mengguncang Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun, berinisial RAZ, ditemukan tak bernyawa di dalam mess karyawan sebuah pabrik tebu. Korban diduga kuat mengalami kekerasan seksual dan diracun sebelum akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, pelaku yang diduga melakukan kejahatan keji ini masih melarikan diri dan belum teridentifikasi.

Anak 10 tahun dicabuli dan diracun di mess pabrik tebu Lampung
Penemuan jasad korban terjadi pada Senin dini hari (23/06/2025) sekitar pukul 00.15 WIB, di salah satu kamar mess karyawan di Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan—tanpa sehelai pakaian, serta mulut mengeluarkan busa. Dugaan sementara, korban mengalami pencabulan disertai peracunan oleh pelaku sebelum meninggal dunia.

Anak 10 tahun dicabuli dan diracun di mess pabrik tebu Lampung Indonesia
“Benar, peristiwa penemuan korban itu terjadi dini hari tadi. Jadi warga menemukan korban telah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap AKP Noviari Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, dalam keterangannya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian dan motif di balik peristiwa tragis tersebut. Untuk memastikan unsur kekerasan dan peracunan, jenazah RAZ telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung guna dilakukan proses autopsi forensik.
“Masih kami selidiki dan dalami, saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi, ini juga untuk mengetahui apakah benar diracun atau tidak,” terang Noviari.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk mempercepat proses pengungkapan identitas pelaku yang diduga kuat masih berada di sekitar wilayah Tulang Bawang.
“Beberapa saksi juga telah kami mintai keterangan terkait peristiwa tersebut untuk mengungkap pelakunya,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di Indonesia dan menjadi alarm bagi masyarakat serta aparat penegak hukum untuk lebih sigap melindungi anak-anak dari kejahatan seksual dan pembunuhan. Publik berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman maksimal sesuai undang-undang yang berlaku.
Penulis & Editor : Team Research & Investigasi swapnews.co.id









Apa Komentar kamu swaps ?